cara menghitung indeks massa tubuh
Source: Magnific

Sudahkah Anda cek kesehatan tahun ini? Mengukur status kesehatan idealnya memang dilakukan di fasilitas kesehatan. Namun, sebagai langkah awal, menghitung indeks massa tubuh dengan rumus khusus adalah cara mandiri yang bisa segera Anda lakukan.

Tanpa pengumpulan data, rumus, dan penghitungan yang rumit, Anda sudah dapat mengetahui secara umum kondisi tubuh, apakah cukup ideal, kurang, atau berlebih. Untuk membantu Anda mengenali kondisi diri, mari simak artikel kali ini yang akan memaparkan secara detail penghitungannya, hingga kesalahan yang harus Anda hindari.

Apa Itu Indeks Massa Tubuh (IMT)?

Indeks Massa Tubuh atau IMT adalah skala yang menentukan apakah gizi tubuh tergolong kurang, normal, berlebih, atau obesitas. IMT diukur berdasarkan ukuran berat badan terhadap tinggi badan.

Metode pengukuran massa tubuh ini telah diakui secara global, termasuk oleh World Health Organization (WHO). Cara menghitungnya mudah dilakukan oleh siapapun, sehingga sangat efektif menjadi indikator risiko kesehatan awal.

Rumus Menghitung Indeks Massa Tubuh

Cara menghitung indeks massa tubuh hanya menggunakan satu rumus yang dapat digunakan untuk pria dan wanita dewasa:

IMT = Berat Badan (kg) / Tinggi Badan (m)²

Lebih detailnya, berikut adalah langkah-langkah mengukur IMT sejak pengukuran :

  1. Ukur berat badan dalam satuan kilogram (kg)
  2. Ukur tinggi badan dan ubah dari satuan sentimeter (cm) ke satuan meter (m)
  3. Kuadratkan angka tinggi badan
  4. Bagi berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan

Contoh Menghitung Indeks Massa Tubuh

Misalnya, berat badan Anda adalah 62 kg dengan tinggi badan 1,62 m. Dengan menggunakan rumus di atas, maka penghitungannya adalah sebagai berikut:

Kuadrat tinggi badan: 1,62 × 1,62 = 2,6244

IMT: berat badan / kuadrat tinggi badan

IMT: 62 / 2,6244 = 23,62 kg/m²

Inilah hasil IMT Anda yang selanjutnya bisa menjadi patokan untuk membaca status kondisi tubuh Anda di dalam kategori hasil IMT.

Kategori Hasil IMT

Setelah menghitung indeks massa tubuh, Anda bisa melanjutkan proses ke pembacaan hasil sesuai indikator kategori IMT berikut ini:

  • Di bawah 18,5: berat badan kurang (underweight)
  • 18,5 – 22,9: Normal (ideal)
  • 23,0 – 24,9: berat badan berlebih (overweight)
  • Lebih dari 25: Obesitas

Jika menggunakan contoh hasil pengukuran di bagian sebelumnya yang sebesar 23,62 kg/m², maka massa tubuh Anda termasuk dalam kategori overweight.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Tahu Hasil IMT?

Menghitung indeks massa tubuh hanya akan bermanfaat penuh jika Anda langsung mengambil langkah yang tepat. Berikut ini beberapa langkah lanjutan yang bisa Anda lakukan setelah mengetahui hasil IMT.

1. IMT di Bawah 18,5

Anda perlu program penambahan berat badan. Agar prosesnya tetap ramah dengan metabolisme tubuh, Anda wajib berkonsultasi dengan dokter gizi.

Tujuannya adalah mendiagnosis apakah memang asupan kalori kurang, atau ada kondisi medis yang menghambat penyerapan nutrisi. Setelah ini Anda dapat mengikuti program yang sudah dirancang khusus sesuai kondisi tubuh.

2. IMT 18,5 – 22,9

Anda tetap harus memantau IMT setiap 3–6 bulan dengan cara menghitung indeks massa tubuh yang sama. Pola makan sehat dan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu akan sangat membantu kondisi tubuh Anda tetap prima.

3. IMT 23,0 – 24,9

Diet ekstrem bukan solusi terbaik. Segera konsultasikan hasilnya dengan ahli gizi untuk mendapatkan program pola makan yang sehat. Sambil menjalankan prosesnya, Anda bisa tambah aktivitas fisik harian, seperti olahraga dan membersihkan rumah.

4. IMT 25 ke Atas

Program harus didampingi oleh dokter, apalagi jika Anda sudah memiliki riwayat hipertensi atau kadar gula tinggi. Dengan pendampingan dokter, Anda memiliki pemahaman lebih baik terhadap berbagai tindakan terhadap tubuh.

Kesalahan Saat Pengukuran Sebelum Hitung IMT

Rumus menghitung indeks massa tubuh tentunya tidak pernah berubah. Tapi hasilnya bisa meleset jika Anda menggunakan data yang diukur dalam kondisi yang tidak ideal seperti berikut:

1. Waktu Menimbang di Malam Hari

Menimbang setelah makan, terutama setelah makan malam membuat pengukuran kurang akurat, karena tubuh masih memiliki massa makanan yang belum tercerna. Waktu menimbang paling tepat adalah di pagi hari dalam kondisi perut kosong, setelah buang air kecil dan sebelum makan.

2. Menggunakan Alas Kaki Saat Ukur Tinggi Badan

Tinggi alas kaki membuat tinggi badan Anda naik beberapa senti dan ini bukan angka yang akurat. Cara tepatnya adalah berdiri tegak tanpa alas kaki dengan punggung menyentuh dinding, pandangan lurus kedepan, dan tumit rapat.

3. Timbangan Belum Dikalibrasi

Jika Anda menggunakan timbangan digital, pastikan rutin melakukan kalibrasi, terutama jika timbangan sudah digunakan selama beberapa tahun. Kalibrasi akan membantu timbangan menghilangkan bias pengukuran dari beban yang sudah pernah diukur, sehingga hasilnya lebih akurat.

Cek Lebih Banyak Informasi Kesehatan dengan Dukungan Konektivitas Premium XL PRIORITAS

Menghitung indeks massa tubuh adalah langkah awal dan paling praktis untuk mendeteksi kondisi tubuh Anda. Pastikan ukur setiap komponennya secara akurat agar hasil perhitungan benar-benar menggambarkan diri Anda.

Setelah mengetahui hasil IMT, perjalanan sesungguhnya baru dimulai. Anda perlu mencari informasi mulai dari konsultasi dokter gizi, hingga riset program olahraga yang sesuai kondisi tubuh. Semua itu tentunya membutuhkan akses ke berbagai platform kesehatan dengan jaringan stabil dan menjangkau area luas.

Untuk itu, pastikan Anda selalu terhubung dengan konektivitas premium paket internet XL PRIORITAS yang menggunakan jaringan 5G. Dengan pilihan kuota besar, Anda bebas berkonsultasi online dengan tenaga profesional, mengunduh laporan kesehatan, hingga mengakses puluhan artikel kesehatan tanpa khawatir kehabisan kuota.

Pantau kesehatan Anda secara digital bersama ahli dengan dukungan koneksi terandal XL PRIORITAS!