
Kita harus berbangga karena Indonesia punya deretan atlet bulutangkis yang prestasinya luar biasa di dunia. Sukses mengharumkan nama bangsa hingga berkali-kali, siapa saja sih atlet bulutangkis Indonesia yang terbaik sepanjang masa? Yuk, simak daftarnya berikut ini.
Rudy Hartono
Kalau atlet jaman sekarang kebanyakan kemampuannya sudah dipupuk sejak kecil, sama halnya dengan Rudy Hartono yang nama aslinya adalah Nio Hap Liang. Pria kelahiran tahun 1949 ini sejak kecil memang sudah terlihat sportif dan jago melakukan berbagai macam olahraga. Sejak usia 9 tahun sebenarnya Rudy sudah memperlihatkan bakatnya di bulutangkis.
Ayah Rudy baru menyadari kemampuannya saat Rudy berusia 11 tahun. Rudy berlatih di jalan beraspal hanya di hari Minggu dari jam 10 pagi sampai malam. Lalu ia mengikuti kompetisi kecil-kecilan di Surabaya yang hanya diterangi lampu petromax.
Setelah itu, barulah Rudy dilatih secara sistematis dan bergabung ke Grup Rajawali. Ia memenangkan Thomas Cup pertama kali di tahun 1967. Sedangkan titel All England dimenangkannya di usia 18 tahun. Rudy memenangkan Kejuaraan Dunia BWF tahun 1980. Ia memenangkan 8 titel All England di era 1960-an – 1970-an.
Liem Swie King
Pria kelahiran Kudus tahun 1956 ini sukses sebagai pemain tunggal putra dan ganda putra. Ia sukses menjadi buah bibir karena menantang pemain bulutangkis terhebat kala itu, Rudy Hartono, di final All England tahun 1976 saat usianya masih 20 tahun saja. Sedangkan Rudy Hartono usianya lebih tua 7 tahun darinya.
Sejak kecil, orang tua Liem Swie King memang mendukungnya bermain bulutangkis. Ia akhirnya bergabung di PB Djarum yang dikenal melahirkan banyak pemain bulutangkis profesional. Liem Swie King berhasil menang PON saat usianya masih 17 tahun saja. Karena itu, ia pun direkrut masuk ke pelatnas.
Liem Swie King paling dikenal karena pukulan jumping smash yang legendaris. Karena itulah, ia mendapat julukan sebagai King Smash. Ia berhasil memenangkan All England sebanyak 3 kali dan Thomas Cup 6 kali.
Karena menikah dengan wanita yang berasal dari keluarga pebisnis, Liem Swie King pun gantung raket dari dunia bulutangkis di tahun 1988. Demi masa depan yang lebih baik, ia memutuskan menjadi pengusaha di bidang perhotelan dan griya kesehatan yang kini sudah sukses.
Taufik Hidayat
Sebagai salah satu pemain terbaik dari Indonesia, taufik Hidayat mengawali karier dari klub SGS Elektrik Bandung. Taufik sebenarnya ingin jadi pemain bola, tapi sang ayah yang mendorongnya untuk jadi pemain bulutangkis. Meski awalnya ogah-ogahan, tapi Taufik akhirnya meraih kesuksesan di sini.
Ia meraih medali emas di Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo-shon asal Korea Selatan. Di tahun 2005 ia mengalahkan pemain terbaik dunia saat itu, Lin Dan. Karena itu, Taufik pun jadi pemain tunggal pertama yang memegang gelar Olimpiade dan Kejuaraan Dunia BWF secara berturut-turut!
Sosok Taufik Hidayat memang cukup kontroversial karena dikenal emosional. Taufik tidak ragu untuk menantang penonton yang bersikap kurang suportif dan mengganggu jalannya kompetisi. Selain itu. Taufik kerap mengkritik performa tim nasional, terutama sektor tunggal putra. Di pertengahan tahun 2013, Taufik Hidayat memutuskan gantung raket.
Susi Susanti
Susi Susanti bukan hanya pantas masuk daftar deretan pemain bulutangkis Indonesia sepanjang masa, tapi dunia! Wanita kelahiran 1971 ini dikenal dengan perawakannya yang cenderung kecil tapi punya footwork lincah tanpa tandingan, gaya servis yang mendunia, pergelangan tangan kuat dan mental yang tangguh. Bagi Indonesia, Susi Susanti adalah peraih medali emas pertama di bulutangkis tunggal wanita.
Ayah Susi adalah pemain bulutangkis yang harus menyerah mengejar mimpi karena cedera lututnya. Karena itu, sejak kecil Susi sudah didukung untuk jadi profesional. Bahkan Susi sejak SMP sudah pindah ke asrama di Jakarta. Ada banyak kejuaraan yang dimenangkan Susi. Di tahun 2004, Susi Susanti dinobatkan ke dalam Hall of Fame BWF.
Paket Internet XL PRIORITAS
Mau nonton kompetisi bulutangkis kelas dunia atau kompetisi olahraga lainnya? Sekarang makin mudah karena sudah banyak layanan streaming yang bisa dengan mudah kita tonton hanya dengan bermodalkan ponsel dan koneksi internet. Tapi pastikan Anda menggunakan paket internet yang koneksinya lancar dan stabil agar streaming tetap nyaman.
XL PRIORITAS sebagai layanan pasca bayar dari XL Axiata hadir dengan berbagai pilihan paket internet yang harganya terjangkau. Berikut ini adalah paket yang tersedia:
- SILVER – Rp 80.000/bulan
Kuota internet hingga 40GB/bulan, Unlimited Nelpon ke XL & AXIS, Unlimited SMS ke semua operator, 100 menit telepon ke semua operator.
- GOLD – Rp 120.000/bulan
Unlimited Internet, Unlimited Nelpon ke XL & AXIS, Unlimited SMS ke semua operator, 150 menit telepon ke operator lain.
- PLATINUM – Rp 200.000/bulan
Unlimited Internet, Unlimited Nelpon ke XL & AXIS, Unlimited SMS ke semua operator, 250 menit nelpon ke operator lain, benefit roaming 3 hari.
- DIAMOND – Rp 300.000/bulan
Unlimited Internet, Unlimited Nelpon ke XL & AXIS, Unlimited SMS ke semua operator, 350 menit nelpon ke operator lain, benefit roaming 7 hari.
- ULTIMA – Rp 500.000/bulan
Unlimited Internet, Unlimited Nelpon & SMS ke semua operator, benefit roaming 30 hari.




