
Anda mungkin pernah menerima email berisi lampiran asing, menemukan tautan mencurigakan, atau melihat aplikasi meminta izin yang tidak wajar.
Hal tersebut perlu diwaspadai karena dapat menjadi salah satu jalur penyebaran malware.
Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang masuk melalui tautan mencurigakan, lampiran email, maupun aplikasi yang tidak tepercaya.
Dengan memahami apa itu malware dan jenis-jenisnya, Anda dapat mengenali bahayanya untuk perangkat serta data yang ada di dalamnya.
Apa Itu Malware?
Malware atau malicious software adalah perangkat lunak berbahaya yang dapat mengganggu penggunaan perangkat, mencuri informasi, dan membuka akses tanpa izin.
Program ini dapat bekerja secara tersembunyi setelah masuk ke perangkat, lalu menjalankan perintah sesuai tujuan pembuatnya.
Sebagai contoh, malware tertentu dirancang untuk merekam penekanan tombol yang Anda lakukan agar pelaku dapat memperoleh kata sandi.
Ada juga jenis malware lainnya yang dapat mengenkripsi dokumen atau memanfaatkan perangkat yang terinfeksi untuk menjalankan serangan melalui jaringan.
Bagaimana Malware Masuk ke Perangkat?
Malware dapat masuk melalui beberapa cara, seperti:
- Lampiran email berbahaya. Malware dapat menyamar sebagai lampiran email yang ketika dibuka akan menjalankan kode berbahaya untuk menginfeksi perangkat.
- Link phishing. Pelaku dapat membuat link yang berisi halaman web yang menyerupai web resmi suatu brand untuk mengelabui pengguna agar mengunduh file atau memasukkan informasi akun.
- Aplikasi tidak tepercaya. Aplikasi yang diunduh dari situs yang tidak jelas dan ilegal dapat berbahaya ketika dipasang.
- Celah keamanan. Kelemahan pada perangkat yang sistem operasi dan aplikasinya belum diperbarui dapat dimanfaatkan untuk memasukkan malware.
- Perangkat penyimpanan terinfeksi. Flashdisk yang membawa file berbahaya dapat menjadi jalur infeksi malware ketika digunakan pada perangkat lain.
Oleh karena itu, periksa alamat situs dan sumber file sebelum Anda membuka tautan atau mengunduh dan memasang aplikasi.
Anda juga perlu memperbarui sistem operasi secara berkala agar celah keamanan yang sudah diketahui dapat ditangani.
Jenis-Jenis Malware
Berikut beberapa jenis malware yang perlu Anda ketahui dan paling umum ditemukan.
1. Virus
Virus merupakan malware yang menempel pada file atau program lain, lalu menyebar ketika file atau program tersebut dibuka atau dijalankan.
Aktivitasnya dapat menyebabkan kerusakan dokumen, gangguan aplikasi, atau perubahan pada sistem.
2. Worm
Malware jenis worm dapat menggandakan diri tanpa menempel pada file lain karena dapat menyebar melalui jaringan.
Bahkan beberapa worm akan memanfaatkan celah keamanan pada perangkat yang belum mendapatkan pembaruan.
Ketika worm menyebar, penggunaan jaringan dan sumber daya sistem dapat meningkat. Akibatnya, perangkat atau layanan yang terhubung dapat mengalami gangguan.
3. Trojan
Trojan atau trojan horse menyamar sebagai aplikasi, file, atau program yang terlihat aman untuk mencuri informasi, mengunduh program berbahaya lain, atau memberikan akses tidak sah kepada pelaku.
Misalnya, aplikasi yang mengaku sebagai alat bantu produktivitas dapat meminta izin berlebihan dan menjalankan aktivitas yang tidak sesuai dengan fungsinya.
Oleh sebab itu, Anda perlu memeriksa pengembang aplikasi dan izin akses sebelum melakukan pemasangan.
4. Ransomware
Jenis malware selanjutnya ada ransomware yang dapat mengenkripsi file atau mengunci akses ke sistem, lalu meminta tebusan agar korban dapat memperoleh akses kembali.
Dokumen pekerjaan, foto, dan file bisnis dapat menjadi sasaran serangan ini.
Jika perangkat Anda terkena ransomware, jangan langsung membayar tebusan karena pelaku belum tentu akan memulihkan data yang dicuri.
Segera periksa cadangan data dan minta bantuan tenaga keamanan siber apabila file yang terdampak bersifat sensitif.
5. Spyware
Ketika perangkat terinfeksi malware jenis spyware, malware ini dapat memantau aktivitas pengguna atau mengumpulkan informasi tanpa izin.
Data yang menjadi sasaran dapat mencakup kebiasaan penggunaan perangkat, informasi akun, atau aktivitas pengetikan, bergantung pada kemampuan program tersebut.
Spyware dapat berjalan tanpa menampilkan tanda yang jelas, sehingga Anda perlu memerhatikan izin aplikasi, memeriksa program yang terpasang, dan gunakan perangkat lunak yang aman dan tepercaya.
6. Adware
Adware merupakan malware yang menampilkan iklan secara berlebihan pada perangkat, sehingga dapat mengganggu aktivitas dan mengarahkan pengguna ke situs berisiko.
Sebagian program sejenis bahkan dapat mengubah pengaturan peramban, membuka halaman tertentu, atau memasang komponen tambahan yang tidak diinginkan.
Jika kondisi ini terjadi, periksa aplikasi yang baru dipasang dan hapus program yang teridentifikasi sebagai ancaman.
7. Rootkit
Rootkit dirancang untuk menyembunyikan malware selama mungkin agar dapat secara terus-menerus mencuri informasi.
Malware jenis ini dapat memanipulasi informasi tentang dirinya, sehingga sulit untuk dideteksi.
8. Botnet
Botnet adalah jaringan perangkat yang telah terinfeksi dan dikendalikan dari jarak jauh untuk mengirim spam, mencuri data, atau menjalankan serangan siber.
Pemilik perangkat mungkin tidak menyadari bahwa perangkatnya menjadi bagian dari botnet.
Aktivitas jaringan yang tidak wajar dapat menjadi salah satu petunjuk, sehingga pemeriksaan keamanan perlu Anda lakukan jika muncul gejala yang mencurigakan.
Apa Bahaya Malware bagi Pengguna?
Dampak malware bergantung pada jenis program, akses yang diperoleh, dan data yang tersimpan pada perangkat. Berikut beberapa risiko yang perlu Anda pahami.
1. Pencurian Data Pribadi
Malware yang dirancang untuk mencuri informasi dapat mengumpulkan kata sandi, data akun, atau informasi lain yang tersimpan pada perangkat. Informasi tersebut dapat disalahgunakan dan akun dapat diambil alih.
Anda dapat menggunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun dan mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA) agar dapat membatasi akses tidak sah ketika kata sandi diketahui pihak lain.
2. Kerusakan dan Kehilangan File
Perangkat lunak berbahaya ini dapat menghapus, mengubah, atau mengenkripsi file, sehingga dapat menghambat pekerjaan, menghilangkan dokumen pribadi, dan menimbulkan biaya pemulihan data.
Simpan cadangan file secara berkala pada media atau layanan penyimpanan yang terlindungi. Pastikan cadangan tersebut dapat dipulihkan dan tidak ikut terhubung ke perangkat yang sedang terinfeksi.
3. Penurunan Kinerja Perangkat
Sebagian malware menggunakan sumber daya perangkat untuk menjalankan proses tersembunyi.
Akibatnya, komputer atau smartphone dapat terasa lebih lambat, baterai lebih cepat habis, atau penggunaan jaringan meningkat.
Namun, hal tersebut tidak selalu menunjukkan perangkat terinfeksi malware. Anda tetap perlu memeriksa penggunaan sumber daya, aplikasi yang berjalan, dan kondisi perangkat sebelum menentukan penyebabnya.
4. Penyalahgunaan Akun dan Akses
Malware yang mencuri kredensial atau membuka akses jarak jauh dapat memberi pelaku kesempatan untuk menyalahgunakan akun.
Jika akun tersebut digunakan untuk bekerja, dampaknya dapat meluas ke dokumen perusahaan dan sistem yang terhubung.
Apabila Anda menemukan aktivitas yang tidak dikenal, coba ganti kata sandi, keluarkan sesi yang tidak dikenali, dan hubungi pengelola sistem untuk penanganan lebih lanjut.
Cara Mengetahui Perangkat Terkena Malware
Tidak semua infeksi menampilkan gejala yang sama. Meski begitu, beberapa perubahan berikut dapat menjadi alasan untuk memeriksa keamanan perangkat.
- Perangkat mendadak lambat atau sering mengalami gangguan tanpa penyebab yang jelas.
- Iklan atau pengalihan halaman muncul secara berlebihan.
- Ada aplikasi, ekstensi peramban, atau perubahan pengaturan yang tidak Anda kenali.
- Penggunaan data atau aktivitas jaringan meningkat tanpa penjelasan yang masuk akal.
- File berubah, tidak dapat dibuka, atau muncul pesan yang meminta tebusan.
- Akun menunjukkan aktivitas login atau perubahan yang tidak Anda lakukan.
Gejala tersebut dapat berasal dari masalah lain, sehingga Anda perlu melakukan pemeriksaan sebelum menyimpulkan bahwa perangkat telah terinfeksi malware.
Cara Mencegah Malware Menginfeksi Perangkat
Berikut cara mencegah malware agar tidak menginfeksi perangkat Anda.
1. Perbarui Sistem Operasi dan Aplikasi
Pasang pembaruan resmi untuk sistem operasi, peramban, dan aplikasi yang digunakan.
Pembaruan tersebut dapat memperbaiki celah keamanan yang mungkin dimanfaatkan malware.
2. Amankan Akun dan Kata Sandi
Jika ada indikasi pencurian kredensial, ubah kata sandi melalui perangkat yang bersih dan aktifkan Two-Factor Authentication (2FA).
Periksa juga riwayat aktivitas akun agar Anda dapat mengenali akses yang tidak dikenal.
3. Terapkan Kebiasaan Digital yang Aman
Biasakan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa tautan sebelum membukanya, dan menghindari lampiran yang mencurigakan.
Selain itu, gunakan perlindungan keamanan yang sesuai dan buat cadangan data secara berkala.
Jaga Aktivitas Digital Anda dengan Koneksi yang Andal dari XL PRIORITAS!
Itu dia penjelasan lengkap mengenai malware mulai dari definisi, cara masuk ke perangkat, jenis-jenisnya, apa bahayanya, hingga cara mencegah malware menginfeksi perangkat Anda.
Menjaga keamanan perangkat perlu disertai kebiasaan digital yang aman, seperti memperbarui sistem, memeriksa tautan sebelum membukanya, dan mengunduh file dari sumber tepercaya.
Untuk mendukung aktivitas browsing, mengunduh pembaruan, dan mengakses berbagai layanan online, Anda dapat menggunakan Paket ULTRA 5G+ dari XL PRIORITAS.
Anda dapat menikmati koneksi yang lebih cepat, stabil, dan responsif, didukung oleh lebih dari 3.400 BTS 5G di seluruh Indonesia hanya dengan Rp200.000 per bulan.
Selain itu, Anda juga dapat menikmati kuota unlimited dan gratis roaming ke 75+ negara dengan kecepatan hingga 500 Mbps.
Aktifkan Paket ULTRA 5G+ melalui aplikasi myXL sekarang juga dan nikmati free aplikasi Vidio subscription!



